Senin, 29 Juni 2020

Aku Adalah.. ??


Mentorship pekan ke-6 ini, menyenangkan. 
Tidak terlalu sulit seperti pekan-pekan sebelumnya tetapi kesungguhan untuk meningkatkan kualitas diri tiap harinya sangat dibutuhkan. Pekan ini pun kita dibuat lebih banyak mengobrol dan berbagi dengan mentor dan mentee. Dan membaca suasana hati tiap hari para mentee, membuat diri pun ikut bergairah dan bersemangat. ^-^

Bagaimana suasana hati saya sepekan ini ??
Inilah yang saya kirimkan ke mentor dan mentee selama sepekan ini. ♡

Jumat, 26 Juni 2020
Saya adalah pepohonan yg diterpa angin, hujan, panas tetapi masih berusaha untuk kuat kokoh berdiri. 😅 memiliki batang yg kuat sampai menghasilkan buah yg manis. 
Angin, hujan dan panas layaknya bisnis yang baru mulai saya jalankan dan kesibukan komunitas. Rasanya lelah dan berasa ingin stop saja. Tetapi masih terus berusaha untuk bertahan menjalankan semuanya beriringan tanpa melupakan kewajiban utama sbg istri dan ibu. Menjaga rumah agar domestik tetap berjalan dg baik.

Pada hari Jumat, saya sedang sangat kelelahan. Berasa terlalu banyak hal yang dikerjakan sampai tidak cukup tidur. Akumulasi rasa lelah memuncak di hari ini, membuat pikiran saya sedikit oleng.. 

Sabtu, 27 Juni 2020
Saya adalah bunga-bunga yang sedang mekar di pagi hari. 😊

Saya perbaiki pola tidur dan menawarkam diri untuk ikut mengirim orderan ke tempat-tempat agen. Pikiran pun lebih segar, 
Melihat suasana luar dan mengobrol dg teman yg selama 4 bulan ini dilakukan daring. 

Minggu, 28 Juni 2020
Saya adalah matahari pagi yg penuh semangat dan siap menyinari.

Pagi hari diawali dg berjalan-jalan keliling komplek bersama anak-anak. Tidur cukup, makan cukup, anak-anak senang bermain dan Semangat saya kembali fresh utk menyambut hari senin.. 🔥🔥💪😁

Senin, 29 Juni 2020
Saya adalah anak-anak kecil.

Bangun pagi dengan penuh semangat, bisa menikmati setiap aktifitas yang saya kerjakan layaknya bermain permainan yang menyenangkan. 

Selasa, 30 Juni 2020
Saya adalah langit sore. 

Berasa damai dari hiruk pikuk dunia perdomestikan, lebih berasa nyaman dan santai. 

Jika ada badge yang bisa digunakan untuk menyatakan progress harian, saya bisa meletakkan bagde Very Good untuk hari-hari yang saya lewati ini. 

Dengan bertambahnya aktifitas sebagai wirausaha, dimana produksi masih dilakukan hanya berdua saja dengan suami. Saya harus lebih cerdas lagi mengatur waktu. 
Keluarga, rumah, komunitas, usaha semua harus tetap berjalan beriringan. Jangan sampai ada yang dikorbankan dan terkalahkan. 

Testimoni dari Mentor dan Mentee

♡ Mentor mengungkapkan bahwa Saya seperti kembang api. Selalu bersemangat dan bersinar kemana-mana. 

♡ Mentee 1, 
Memberi saya ini. Beliau mengungkapkan bahwa saya mentor yang sabar dan kalem. Hehe

♡ Mentee 2, mengartikan saya seperti Srikandi keluarga. Srikadi yang seperti apakah?? Hihi

Terima kasih untuk mentor dan para mentee atas kebersamaan nya hampir 2 bulan ini. 
*peluuuk virtual

Semoga hari-hari kedepan selalu lebih semangat dan bahagia ya.. agar aliran dan aura bahagia itu pun sampai ke orang-orang sekitar. Aamiin.. ♡

#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelaskupukupu
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutiibuprofesional


Senin, 22 Juni 2020

Bagaimana Cara Merayakan Kegagalan ?


Sepanjang perjalanan di kelas kupu-kupu ini, baru pekan ini saya merasakan terluntang lantung tak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Parah sekali. Hiks
Sampai harus bulak balik lihat rekaman Ibu, tanya ke teman-teman seperjuangan di kelas Bunda Cekatan sampai rasanya tidak berani untuk membuka chat terlebih dahulu ke mentor dan mentee. Entah apa yang merasuki ku?? Haha

Akhirnya tercerahkan setelah perjalanan panjang mencari jawaban.
Yes.. akhirnya saya siap untuk merayakan kegagalan itu. Berbagi rasa, mencurahkan semua apa yang saya rasakan sebagai mentor dan mentee. 

♡ Sebagai Mentee..
Saya ungkapkan betapa saya cukup sedih ketika apa yang saya lakukan sekarang tidak sesuai dengan rencana. Selama perjalanan di mentorship, saya sudah pernah berhasil. Dan sekarang merasa kembali lagi ke awal.
Terima kasih Mbak Mentor yang selalu setia mendampingi. 
Saya tahu kesalahan nya dimana, bagian mana yang harus diperbaiki. Semoga di masa-masa kedepan bisa menjalani nya dengan lebih bahagia dan tidak merasa terbebani. 

♡ Sebagai Mentor
Sangat paham, mentee-mentee yang belajar bersama saya adalah orang-orang yang luar biasa. Tanpa perlu menjadi devil advocate pun mereka tahu, apa yang membuat mereka gagal dan tidak sesuai action plan.
Kami hanya butuh bicara dari hati ke hati, berbagi pengalaman yang sedang di alami. Yup, seperti inilah cara lain belajar. 
Bukan mentee saja yang belajar, saya pun belajar. Setelah mentorship ini selesai, semoga tetap ada hikmah yang bisa dibawa pulang. 

Tarif nafas panjaaang..
Hufh.. inhale exhale.
Cukup melegakan setelah melakukan False Celebration. 

Bismillah, Saya pasti dan harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

♡♡♡
Kemudian apa itu 360 Feedback ? 
Feedback seperti apa yang diharapkan ??

Wow.. sungguh memukau sekali feedback yang saya terima dari teman sesama komunitas, orang tua, saudara kandung adik dan kakak, para tetangga. Mereka mengungkapkan kesabaran dan ketangguhan saya bersama 3 balita sholihah di rumah.
Ungkapan yang sungguh menguatkan saya atas segalanya. 

Beda halnya dengan suami dan anak-anak di rumah, yang 1 atap bersama saya. Hehe
Bagi anak-anak, Bundanya adalah idola.
Penggemar berat wajib mengikuti kemanapun, tidak memberi privasi sedikit pun untuk idolanya bahkan untuk bebersih diri. Hehe. Para fans cilik itu tidak tahu bahwa idolanya pernah merasa sedikit kesal jika di ikuti kemanapun. Terimakasih untuk para Idola Bunda di rumah.. maafkan untuk hari-hari dimana pitch control bunda yang tidak bisa terjaga. ♡♡♡ Triple kesayangan yang sayangnya luar biasa.

Dan terakhir adalah feedback dari manusia yang katanya belahan jiwa dan paling terkasih di muka bumi ini. Pak Suami.. hihi
Tidak perlu jauh-jauh mencari devil advocate karena sudah tersedia di rumah. 
Beliau yang secara tidak langsung mendidik dan membentuk mental saya. Menjadi pribadi yang lebih supel, tidak melempem, dan jauh lebih tangguh. Love bangeeet deh Pak.. ♡♡♡

Menulis jurnal yang sangat dihayati sampai ke bawa perasaan.. hehe
Semoga membawa perubahan yang lebih baik ke diri, menjadi pribadi yang lebih manfaat dan berdampak. Aamiin. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi5
#kelaskupukupu
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstitutIbuProfesional



Minggu, 14 Juni 2020

Saatnya Mengecek Hubungan Dengan Mentor & Mentee !


Alhamdulillah, sudah melewati setengah perjalanan di program Mentorship kelas kupu-kupu ini. Sebelum melanjutkan hubungan dengan mentor dan mentee. Ada baiknya kita evaluasi terlebih dahulu, apa yang sudah dilakukan selama hampir 4 pekan ini??

Iyes, saatnya kita Check In. Mengecek hubungan yang sudah berjalan. Kenyamanan, prioritas dan tindaklanjut dalam mentorship adalah bagian dari Check In.
Bertanya kembali pada diri sendiri, apa sudah cukup baik sebagai mentor dan mentee?
Apa orang-orang yang berjodoh dengan saya itu, merasa nyaman setiap kali mengobrol dengan saya. Memperbaiki hubungan yang sudah terjalin agar tujuan-tujuan yang ingin dicapai benar-benar bisa terjadi. 

Hasil mengobrol dengan mentor dan mentee pun membuat saya bersyukur memiliki mereka. Orang-orang yang bersedia belajar tumbuh bersama dengan saya.
Kami melanjutkan untuk terus berbagi cerita, berbagi kebahagiaan dan berbagi tantangan. 
Agar bisa melewati 4 pekan berikutnya dengan perasaan yang bahagia. ❤❤

Terima kasih Mentor dan Menteeku, untuk 4 pekan yang sudah kita lalui bahkan lebih ketika terpotong libur Idul Fitri. ^--^
Semoga harapan-harapan kita bisa terwujud. Aamiin. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelaskupukupu
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstitutIbuProfesional

Senin, 08 Juni 2020

Yuk.. Menentukan Tujuan & Rencana !


Alhamdulillah, kelas Bunda Cekatan sudah kembali di mulai setelah jeda 2 minggu lebaran dan liburan. Semangat baru, energi baru dan lembaran baru.. eeeaa

Setelah Berkenalan di tahap 1 kemudian Belajar mengenal diri sendiri dengan Self Assesment di tahap 2. Sekarang saatnya menentukan tujuan yang ingin dicapai selama program mentorship ini dan rencana apa saja yang akan dilakukan untuk meraih tujuan tersebut di tahap 3. 

Yes, Dalam program mentorship ini main SerSan saja, Serius Tapi Santai. Karena per pekan nya tidak terlalu menuntut untuk segera bisa, tetapi Kami para Bunda Cekatan diajarkan step-step tiap pekan nya untuk tetap terarah. Jadi diharapkan setelah program mentorship ini berakhir, para Bunda Cekatan tetap bisa berbagi ilmu yang dimilikinya dengan Bahagia. ♡♡♡

Berikut Tujuan dan Rencana yang saya tuliskan sebagai mentee.
Bersyukurnya saya bertemu dengan mentor yang luar biasa, kami punya banyak persamaan dalam hal memasak. Beliau pun tidak sungkan memberi arahan dan beberapa istilah dalam permasakan yang saya ketahui darinya seperti meal planner, meal preparation, bumbu baceman, dan lainnya. Tinggal saya pelajari lagi lebih lanjut. 
Ketika saya sodorkan tulisan ini pun, beliau memberi saya beberapa masukan, seperti :

1. Durasi dan alokasi waktu memasak, ini berkaitan dengan mind map saya yang fokus di manajemen waktu.
2. Tantangan yang dihadapi selama memasak dan langkah-langkah yang diambil untuk mensiasatinya.
3. Mengambil riset untuk sekali masak. 
4. Sumber referensi sebagai acuan

MasyaAllah ya.. pikiran saya jadi terbuka lagi untuk hal memasak. Terima kasih untuk Mba Mentor kuh.. hehe
*****
Lain halnya ketika diri saya sebagai mentor dan memiliki mentee. Karena memiliki mentee yang adem ayem, hihi. Saya yang harus berusaha lebih aktif, chat lebih dahulu dan mengajak mengobrol. Ini pun saya sangat bersyukur memiliki mentee-mentee yang mau bercerita dan terbuka, saya bisa paham apa yang sedang dirasakan mentee dan dibagian mana yang bisa saya bantu. 

Mentee 1, berhubung kesehariannya seorang desain grafis dalam mentorship ini beliau ingin menata waktu untuk jam kerja nya. 
Awalnya begitu banyak yang diinginkan nya, kemudian saya mengobrol panjang apa yang paling dibutuhkan dan prioritas saat ini, ketemu lah jam kerja, jadi untuk sisa 6 pekan ini saya akan membantu memperbaiki alokasi jam kerja nya yang beliau rasa masih acakadul. Bismillah. 

Mentee 2, beliau sama seperti saya memiliki 3 balita di rumah. Hasil obrolan panjang yang sangat sesuatu, memiliki anak yang super aktif. Saya merasakan bagaimana lelahnya, pastinya lebih-lebih dari saya. Semoga saya pun bisa membantu dan mengarahkan nya agar mendapatkan waktunya dengan lebih bahagia. Aamiin. Bismillah. 

Dalam mentorship ini, baik sebagai mentee ataupun mentor, betapa saya sangat bersyukur. Berbagi pengalaman dengan orang lain meningkatkan kebahagiaan, ilmu bertambah juga lebih menghargai waktu yang ada. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelaskupukupu
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional



Kamis, 14 Mei 2020

Dimanakah Kemampuanku?


Yup, baru pekan kedua di kelas kupu-kupu. Tetapi sudah sangat menantang buat saya pribadi. Huhuhu

Tantangan pertama adalah Membuat Self Assesment. Mencoba menganalisa dimana kemampuan dan kekurangan diri kemudian memberi penilaian untuk itu. Wow...
Mencari-mencari mengapa saya memilih untuk menjadi mentor manajemen waktu, sejak kapan saya bmempelajarinya sampai berpikir bisa memberi mentoring tentang waktu. Dan inilah jawaban nya.. 
Self Assesment saya sebagai mentor dan menteee :

Tantangan kedua adalah video call dengan mentor dan mentee. Bagi saya yang belum terbiasa bicara dengan video, biasanya hanya lewat tulisan saja ini cukup susah. Hehe
Harus melepaskan semua rasa yang ada, belajar hal baru, belajar berbicara dan memang harus dipaksakan. 

Video call pertama dengan mentee kedua saya, Mba Wulan Olvisia. Sudah diagendakan dari senin malam tetapi selalu saja ada halangan nya. Alhamdulillah, akhirnya berhasil di rabu malam.
Kembar sudah tidur, tinggal Ara yang belum tidur. Jadi, Kami bisa mengobrol lumayan lama. Pertanyaan terkait 5W+1H tetapi saya bawakan dengan santai dan ringan, begitu pun dengan jawaban dari mba Wulan. 

Video call kedua dengan mentor saya, mba Ratri. Ini pun sudah diagendakan dari 2 hari sebelumnya, Kami akan bertemu sebelum jam sahur. Nyatanya tidak berhasil. Hiks. Kami baru bisa video call kamis pagi, waktu subuh. Itupun tidak bisa berbicara lama karena teteh sudah merengek minta kelon. Walaupun video call nya sebentar tetapi cukup menyenangkan karena selama video call kami bermain-main menggunakan messeger.

Untuk mentee saya yang pertama, Mba Handa sampai tulisan ini dibuat belum berhasil video call. Mba handa sudah mengirimkan saya rekaman suara dan foto tentang self asssement dirinya.
Menurut saya sudah keren sekali.. cihuuuy berasa lagi mendengarkan penyiar radio ngomong. Hehe
Jika Kami sudah berhasil video call, akan saya tambahkan di jurnal ini. 

Alhamdulillah, begitulah kesan-kesan nya di pekan kedua ini. Sungguh menarik dan menyenangkan. Baru kali ini ingin terima telpon tetapi harus merapikan diri dahulu. Ingin tetap terlihat elegan walau mata sudah sangat mengantuk. Yes, belajar totalitas dan profesional. ♡♡

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelaskupukupu
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Minggu, 10 Mei 2020

Cerita Ramadhan, episode 13


Ramadhan hari ke-16
Kemarin berasa daya pikir dan fokus saya berkurang, wkwkwk. Pikiran dan hati saya terganggu karena kak Ara dan adek yang tidak berada di rumah. 

Sahur malam ini, (masih) dipersembahkan oleh produk olahan paksu yaitu ayam woku dan tambahan sayur sawi putih. Semoga produk yang kedua ini laris manis juga ya, Pak.. 

Dan.. hari ini kita akan meluncurkan project kedua keluarga Arzazu di bulan Ramadhan ini. Setelah 5 ramadhan lalu membuat program berbagi harian. 
Alhamdulillah ini masih berjalan. Tetap disesuaikan dengan rezeki di rumah. Hee..
Jika sedang bisa berbagi banyak, alhamdulillah. Jika tidak, cukup dengan sepiring/semangkok makanan yang tersedia di rumah. 

Seperti hari ini, Kami berbagi semangkok bubur manado. Sayangnya, tidak terdokumentasikan. Karena sore ini di kejar maghrib, hehe. Belum sempat ambil foto, ndalalah sudah adzan maghrib. 
Buka puasa hari ini berbahan dasar kentang, wortel dan jagung. 
¤ Lumpia isi kentang wortel
¤ bakwan jagung wortel
¤ bubur manado campuran kentang, wortel, jagung juga bayam. 
Penghematan bisa jadi 3 menu. Hihihi
Mudah-mudahan Paksu berkenan untuk membuatkan nya lagi biar saya bisa ambil fotonya. *lah.. wkwkwk

Oke, kembali ke project. 
Project yang diluncurkan pada 15 ramadhan kemarin.. eaaa
Yes, cara lain membantu sesama.
Selain dengan berbagi, juga bisa dengan berjualan. Saya dan paksu membuat 1 produk dengan bahan dasar kulit kebab. Ini belum siap jual karena masih proses pembuatan label, perhitungan harga jual, dan sebagainya. Project ini dimaksudkan, agar bisa membantu sesama dengan ikut berjualan. Juga tentunya, mencari celah peluang dan rezeki. 
Belum bisa ngomong banyak sekarang, kita akan lihat nanti ketika sudah berjalan. 

Yoaaay, tulisan arab yang "cantik" aduhai.. ditambah menuliskannya di pukul 11 malam. Berasa paket kumplit dimana pikiran lebih tertuju ke bantal dan kasur. Makin "cantik" saja tulisan arab ini dengan miring kanan dan miring kiri, sama halnya dengan keolengan penulisnya. Wkwkwk

Okey, mari rehat sejenak sebelum sahur.. 

Bersambung.. 






Cerita Ramadhan, episode 12


Selalu menjadwalkan bisa menulis harian di malam hari tetapi entah mengapa mata susah sekali di ajak kompromi. *alasanlagi. Wkwkwk

Yuk.. kita mulai lagi mengulang kenangan. Eeeaaa.. 

Ramadhan Hari ke-15 
Malam ini, saya terus terjaga. Hanya tidur sekitar 2 jam sebelum sahur. Yup, kakak Ara dan adek Zulfa menginap di rumah nenek, ini yang membuat saya susah tidur. Padahal Biasanya 'pelor' luar biasa.. haha
Semoga hanya saya yang tidak bisa tidur disini. Tetapi kakak dan adek bisa tidur nyenyak di rumah nenek. 

Sahur malam ini dipersembahkan oleh produksi Frozen paksu dan teman-teman nya. Ini adalah produk kedua setelah Ikan Cue, nama produknya ayam woku.. 
Ini saya tinggal makan saja, Paksu yang memanaskan makanan nya. 
Foto


*mohon dimaafkan mamak yang selalu promosi dimanapun dan kapanpun. wkwkwk

Pagi harinya, rasa rindu ke kakak dan adek pun hadir kembali. Kakak belum mau pulang, ia menginginkan saya, paksu dan teteh yang menyusul kesana. Itu belum memungkinkan untuk saya, karena di rumah masih ada beberapa project dan tugas yang harus dikerjakan dan saya merasa lebih luwes jika dikerjakan di rumah. Juga di masa pandemi ini, belum bisa bebas seperti hari sebelum-belumnya. Berharap nenek dan abahnya pun memahami kondisinya. 

Akhirnya, kakak dan adek pulang diantarkan nenek dan abahnya. Yup, kemarin mereka berangkat pukul 10 pagi dan sekarang pulang pukul 10 pagi juga. Berarti tepat 24 jam, kakak dan adek tidak bersama ayah dan bunda nya. Semoga waktu 24 jam itu bisa memberi kebahagiaan untuk nenek dan abahnya, begitu pun dengan kak Ara dan Adek. ♡ ♡

Teteh pun tampak ceria lagi. Setelah hari kemarin begitu kalem dan pendiam, tidak banyak main tidak banyak senyum. Alhamdulillah, rumah pun kembali ramai dan berantakan seperti biasa. 

Sore ini, Paksu ada kerjaan yang membuatnya tidak bisa buka di rumah. Dan saya pun buka bersama di rumah orang tua saya dengan 3 balita ini. Bersyukur sangat, tidak buka puasa di rumah karena ketika adzan maghrib lampu tiba-tiba padam.
Wow.. apa jadinya kalau saya sedang di rumah, sudah kebayang kehebohannya. Hehe

Jurnal quran hari ini. 

Catatan :
Bulan lalu, saya belajar bagaimana mengorganisir aktifitas-aktifitas pagi hari. Dan bulan ini belajar memperbaiki aktifitas malam hari. Berasa ada sedikit perubahan dan peningkatan yang positif. Alhamdulillah. 

Bersambung.. 



Jurnal Ramadan Day #21

Jurnal Ramadan  Day #21  Alhamdulillah, pekan terakhir anak-anak masuk sekolah. Butuh usaha ekstra ramadan ini sampai anak-anak ...