Jumat, 21 Januari 2022

Kepercayaan


Hari ini, saya belajar lagi seberapa pentingnya menjaga kepercayaan seseorang. Berhubung saya sedang memiliki keperluan mendesak yang harus segera diselesaikan. Pagi-pagi sekali saya sudah menghubungi beberapa teman. Intinya saya meminta bantuan dari mereka. 

Sambutan dari teman-teman hangat membuat saya pun nyaman mengutarakan maksud dan tujuan saya menghubungi mereka. Obrolan kami pun meluas berbagi kisah kehidupan. Bersyukur karena hal ini, saya bisa mengobrol dan menyambung silaturahim lagi dengan teman-teman walaupun daring, menyampaikan rasa rindu kami yang membuncah karena lama tidak berjumpa dan mengobrol.

Betapa Allah sangat baik menutup aib dan segala keburukan saya dan menggantikannya dengan semua hal baik. Sampai teman-teman bisa memberi kepercayaan penuh terhadap saya, berempati dengan kondisi yang sedang saya alami. Saya sangat bersyukur akan hal itu. Terimakasih Allah. 

Peluk kalian semua, saya sangat berterimakasih. Sayang kalian karena Allah.
Semoga Allah balas dengan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin. 

#30haribercerita
#30hb2201
#day21


Kamis, 20 Januari 2022

Insecure kah??

Di tulisan sebelumnya, saya pernah bercerita bahwa ada wacana untuk kembali ke ranah publik. Dan hari ini rasa itu sudah hampir 80% memenuhi hati. Oke tidak apa-apa, mungkin memang saatnya saya harus kembali. Saya harus ikhlas menerima dan menyiapkan diri dengan segala konsekuensi yang akan hadir. Saya mulai mengumpulkan lagi berkas-berkas yang mungkin akan diperlukan seperti Curriculum vitae, ijazah terakhir, paklaring kerja dan lainnya. 

Dan karena paklaring inilah perasaan insecure itu hadir. Mendalami apa itu insecure, sebab dan akibat yang akan ditimbulkan dari rasa ini. Betul-betul bukan sesuatu yang baik. Harus segera bangkit. 

Dikutip dari Halodoc.com,
Insecure adalah kondisi yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Pasalnya, hal ini bisa berkaitan dengan kondisi tubuh secara menyeluruh, bahkan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Orang yang mengalami kondisi ini seringkali akan merasa tidak percaya diri, sering membandingkan diri dengan orang lain, dan tidak berani keluar dari zona nyaman."

Tanda diri ketika merasa insecure :
1. Merasa rendah diri
2. Mengalami takut berlebih
3. Tidak mau keluar dari zona nyaman
4. Sering membandingkan diri dengan orang lain. 

Karena dampak yang dihasilkan sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental. Harus segera diatasi ketika rasa ini muncul, jangan sampai menguasai diri. Meningkatkan rasa percaya diri, memilih lingkungan dan teman yang baik. Semoga bisa jadi solusi agar perasaan-perasaan insecure itu hilang dari diri. 

♡ Apa yang membuat saya insecure ?? 

Paklaring ini baru saja saya dapatkan dari kantor. Huhuhu. Saya menghubungi beberapa teman di kantor lama dan juga atasan saya. Hikmah lainnya, saya bersilaturahim lagi menanyakan kabar yang selama ini tak pernah komunikasi. Tetapi karena hal ini, ingatan saya kembali ke masa-masa bekerja dulu. Saya mengundurkan diri beberapa hari sebelum menikah, setelah menikah hanya freelance sampai kehamilan anak pertama saya menginjak 7 bulan. Bayangan saya kembali ke masa bekerja, menyesali diri mengapa mundur dari pekerjaan, tidak profesional dan tidak bisa menjaga komitmen. Perasaan-perasaan toxic muncul di diri sampai saya merasa semua hal yang saya pelajari selama 7 tahun menikah ini hilang. Tidak ada yang berubah sama sekali. 

Hampir 1 hari saya terdiam memikirkan segalanya. Merecall semua ingatan, kenangan, pengalaman. Bahwa saya bukan pribadi yang dulu. Saya sudah menjadi manusia yang lebih baik.
Banyak hal baru yang saya pelajari setelah menikah dan saya harus percaya diri. Bangkit lagi dari semua rasa yang ada. SEMANGAT. 

Go go away insecure..

#30haribercerita
#30hb2201
#day20

Rabu, 19 Januari 2022

Memasak


Memasak adalah salah satu aktifitas yang masuk ke ranah tidak bisa dan tidak suka. Tetapi saya senang jajan dan makan. Hehe
Sudah 7 tahun menikah keterampilan itu belum juga ada peningkatan dalam diri saya. 
Padahal sekarang ini banyak sekali ilmu per-masak-an yang memudahkan para ibu untuk terjun ke dapur. Tetapi itu belum bisa mengubah saya menjadi lebih rajin. *eh

Food preparetion (teknik menyimpan bahan makanan agar tidak mudah busuk), meal plan (membuat jadwal menu harian dan pekanan). Belum lagi masakan no MSG, no tepung, no minyak dan lainnya. Sebagian ibu ada yang lebih senang memasak/cooking, sebagian lagi ada yang hanya suka membuat kue/baking tetapi tidak suka masak. Ada juga yang menyukai aktifitas keduanya. 

Pencapaian tiap orang memang berbeda. Bagi saya, pencapaian saya dalam hal memasak. Saat saya bisa menyiapkan dan membuat sarapan, lauk pauk untuk keluarga di rumah. Kebahagiaan sederhana yang saya bisa tanpa memikirkan banyaknya MSG dan minyak yang dipakai. Hehe.

Saya yakin, ada waktu yang tepat. Saya bisa cekatan dan ahli. Tugas saya hanya terus berlatih dan praktek. 

          *foto mbah gugle bukan foto saya

#30haribercerita
#30hb2201
#day19 

Minggu, 16 Januari 2022

Mandiri, Mempersiapkan Diri


Hari ini, Ara pergi liburan sehari bersama nenek dan abahnya. Ini pertama kali setelah adik-adiknya lahir. Dahulu, saat Ara masih kecil, Ia sering menginap di rumah neneknya sendiri bahkan sampai ikut pulang kampung di usia sekitar 2 tahunan tanpa saya dan suami. Dan itu biasa saja. Ia bisa menikmati tiap perjalanannya dan gembira.

Tapi kali ini seperti ada perasaan berat harus ikut neneknya sendiri tanpa saya, suami dan adik-adiknya. Saat pamit berangkat pun ia sedih dan menangis. Ara bukan anak kecil lagi. Tahun ini umurnya menginjak 6 tahun dan pemikiran Ara memang selalu lebih dewasa dari umurnya. Saya yakinkan bahwa tidak mengapa Ia pergi liburan tanpa saya dan adik-adiknya, harus tetap menikmati liburannya dan bersenang-senang. 

Pikiran saya lari jauh ke beberapa tahun kedepan. Jikalau Ara nanti memutuskan untuk pesantren. Hari-hari yang dilaluinya tanpa keluarga, hanya teman-teman dan guru. Hati saya pun gerimis. Dan waktu begitu singkat. Sebagai orangtua, kita menyiapkan diri untuk berpisah, menjadikan anak mandiri dan kuat menghadapi samudera kehidupan. 

Saat ini ketika melihat 3 salihah yang masih tertidur pulas. Hati saya berlirih, 
Rasa lelah mengurus 3 balita aktif ini tidak akan abadi. Suatu saat, ketika mereka besar saat-saat inilah yang akan saya rindukan. 

#30haribercerita
#30hb2201
#day16

Sabtu, 15 Januari 2022

Asupan Ruh


Tiap pekannya minimal sekali saya pergi tanpa anak-anak. Jika tidak ada yang menjaga maka ketiganya akan saya bawa ke agenda rutin saya ini. 

Inilah yang saya sebutkan di postingan sebelumnya. Kajian pekanan, masuk ke dalam target tahun ini. Saya bisa konsisten hadir di majelis ilmu tiap pekannya. 

Pembahasan pekan ini menarik sekali tentang makanan ruh. Jasad, akal, ruh seluruhnya butuh asupan makanan. 
Jasad membutuhkan makan ketika rasa lapar muncul. Bukan hanya itu, olahraga, mandi, mempercantik diri juga bagian dari makanan jasad. Belajar hal-hal baru, mengupgrade diri agar daya pikir terus berkembang, itulah makanan akal. Kemudian bagaimana dengan ruh?? Ruh pun sama membutuhkan makanan.
Dengan menjaga sholat, puasa, tilawah quran, sedekah, datang ke majelis ilmu dan banyak lagi. Semua dilakukan secara seimbang.
Ketika makanan jasad dan akal baik tetapi ruh tidak maka layaknya orang mati. Naudzubillah min dzalik. 

Terus perbaiki diri. Doakan orang-orang terdekat di lingkaran kita agar bisa bersama-sama memperbaiki asupan ruh nya. Aamiin.

#30haribercerita
#30hb2201
#day15

Jumat, 14 Januari 2022

Pertimbangan


Oke. Terima. Bahwa sekarang saya sedang tidak baik-baik saja. 
Terus berpikir, menimbang tetapi belum mendapatkan keputusan. Apa yang harus dilakukan selanjutnya. 

Kembali ke ranah publik.
Untuk membantu suami menstabilkan ekonomi keluarga, apa saya harus kembali ke ranah publik??  Dari tahun sebelumnya sudah terpikirkan tetapi rasa itu lebih sering muncul di awal tahun ini. Bahkan saya mulai mempertimbangkan segalanya. 

Sampai detik ini, saya belum memutuskan. Pertimbangan terbesar saya adalah anak-anak. Berat rasanya harus meninggalkan mereka dari pagi sampai sore. Saya terbiasa bersama mereka 24 jam, kadang izin beberapa jam untuk agenda rutin tetapi tidak setiap hari. Semua mulai terbayang, bagaimana makannya nanti, waktu mandi, waktu tidur, waktu main. Kakak Ara dengan kegiatan sekolah dan mengajinya.
Saat ini, semua rasa bercampur jadi satu. Hufh. 

Semoga saya segera mendapatkan jawaban. 
Jawaban terbaik yang Allah berikan. Aamiin.

#30haribercerita
#30hb2201
#day14

Kamis, 13 Januari 2022

Pillow Talk dengan Anak


Pillow talk, salah satu ritual sebelum tidur yang saya masukan dalam list target tahun ini baik dengan suami ataupun anak. Saya ingin belajar konsisten dilakukan tiap malam. 

Sudah 2 hari ini, mood Ara sedang tidak baik-baik saja. Ia sering marah untuk hal sepele yang memancing emosi saya. Entah apa yang sedang ia rasakan. Mencari perhatian saya dengan cara yang salah. 

Malam ini, saya utarakan semua saat pillow talk. Apa yang sedang Ara rasakan dan apa yang saya rasakan. Mengobrol dengan lebih terbuka satu sama lain. Saya juga bercerita tentang masa kecilnya kemudian diakhiri dengan tidur berpelukan.

Maafkan Bunda ya Ara.. 
Ara merasa waktu bunda lebih banyak untuk adik kembar. Bagaimanapun Ara tetap cinta pertama Bunda. Tempat bunda belajar menjadi Ibu, belajar lebih mandiri dan dewasa. I'm sorry & I love you, nak. 

#30haribercerita
#30hb2201
#day13

Jurnal Ramadan Day #21

Jurnal Ramadan  Day #21  Alhamdulillah, pekan terakhir anak-anak masuk sekolah. Butuh usaha ekstra ramadan ini sampai anak-anak ...