Setelah pekan lalu, renungan panjang menemukan
titik cerahnya bagaimana telur-telur hijau bisa terisi dengan apik. Sekarang
saatnya menemukan telur-telur merah. Bagaimana mencari telur-telur merah ?
Telur-telur
hijau merupakan seni mencari kekuatan diri dimana kita akan merasa bahagia
dalam beraktifitas, berada di kuadran bisa dan suka. Telur-telur merah ini
adalah keterampilan yang harus dimiliki untuk menunjang aktifitas bisa dan
suka, agar diri merasa lebih bahagia dalam menjalani tiap perannya.
Sebelum menuangkan semua ke dalam tulisan, saya sudah mencuri start terlebih dahulu. Mencari dan membuat daftar, apa saja "telur merah" yang ingin saya miliki.
dan benar saja, sangat sesuai dengan materi di pekan kedua ini "Belajar bagaimana caranya belajar" Untuk 4 telur merah yang saya tuliskan, Ilmu nya pun luas dan berliku. Saya harus belajar banyak disana.
Melihat 5 aktifitas saya di kuadran bisa dan suka, dimana saya bagi menjadi 3 bagian. Saat saya menjadi istri dan Ibu, mengurus dan membersamai anak-anak dengan bahagia, mengurus rumah dengan baik dengan menjalankan kegiatan domestik yang disukai. Domestik yang berada di kuadran bisa dan tidak suka, ketika belum bisa mendelegasikannya ke orang lain atau pihak ketiga. Maka cara yang bisa dilakukan ada persingkat waktu pengerjaannya dan itulah yang saya lakukan.
Untuk kegiatan itu semua, setelah merenung, mempelajari, dan mencari dari berbagai sumber maka diputuskan 4 ketermapilan yang harus saya miliki segera, agar mendapat kebahagiaan yang hakiki.
1. Manajemen Waktu
Saya butuh manajemen waktu yang baik. Membagi waktu untuk beraktifitas dengan anak-anak, berkomunitas, berjualan, jalan-jalan semua harus berimbang.
Jika jadwal yang sudah ada belum seimbang maka harus segera diperbaiki.
Untuk waktu mandi, makan, tidur dan main anak, atur ulang
Untuk posting jualan dan berkomunitas, atur ulang
2. Manajemen Emosi
Dimana hari-hari saya di penuhi tangis dan tingkah pola anak, membersamai 2 bayi dan 1 balita sekaligus saya butuh mengelola emosi agar yang keluar tetap emosi yang positif. Di dalam manajemen emosi pun, saya belajar bagaimana melatih kesabaran diri yang tiap harinya tingkat kesabaran itu harus terus meiningkat levelnya.
3. Manajemen Finansial
Mengelola dan mengatur keuangan menjadi sangat penting, saya harus menjadi perempuan dan Ibu yang cerdas finansial. Saat aktifitas domestik lebih banyak berada di kuadran bisa dan tidak suka, kemudian keluarga belum mampu secara finansial untuk mencari pihak lain untuk mendelegasikan tugas-tugas tersebut, Maka sesuai dengan yang Ibu Septi sampaikan "harus cerdas finansial"
Selain itu, untuk merencanakan dan mengatur keuangan keluarga, membuat pos keuangan penerimaan dan pengeluaran agar tidak besar pasak daripada tiang. Juga menyimpan, membagi sesuai haknya. karena setiap rezeki yang kita miliki terdapat hak Allah, hak orang lain, hak untuk membahagiakan keluarga dan diri sendiri.
4. Ilmu Parenting yang terus diperbaharui
Ilmu yang berkaitan dengan pengasuhan harus terus saya perbaharui, Saat ini, anak-anak (masih) bayi dan balita. Beberapa tahun kedepan, anak-anak akan terus tumbuh besar dan beranjak dewasa. Itu semua harus diimbangi dengan ilmu yang mumpuni agar terhindar dari kejenuhan dalam membersamai anak-anak.
4 keterampilan yang saya tuliskan ini begitu pendek, tetapi Ilmunya luar biasa panjang dan luas. Terus semangat untuk mempelajari semua keterampilan ini, Untuk Ibu dan Anak-anak yang lebih bahagia. Aamiin.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional