Senin, 23 Desember 2019

Mendeteksi Keterampilan Diri

Pencarian telur masih terus berlanjut. 
Setelah pekan lalu, renungan panjang menemukan titik cerahnya bagaimana telur-telur hijau bisa terisi dengan apik. Sekarang saatnya menemukan telur-telur merah. Bagaimana mencari telur-telur merah ?

Telur-telur hijau merupakan seni mencari kekuatan diri dimana kita akan merasa bahagia dalam beraktifitas, berada di kuadran bisa dan suka. Telur-telur merah ini adalah keterampilan yang harus dimiliki untuk menunjang aktifitas bisa dan suka, agar diri merasa lebih bahagia dalam menjalani tiap perannya.

Sebelum menuangkan semua ke dalam tulisan, saya sudah mencuri start terlebih dahulu. Mencari dan membuat daftar, apa saja "telur merah" yang ingin saya miliki.
dan benar saja, sangat sesuai dengan materi di pekan kedua ini "Belajar bagaimana caranya belajar" Untuk 4 telur merah yang saya tuliskan, Ilmu nya pun luas dan berliku. Saya harus belajar banyak disana. 

Melihat 5 aktifitas saya di kuadran bisa dan suka, dimana saya bagi menjadi 3 bagian. Saat saya menjadi istri dan Ibu, mengurus dan membersamai anak-anak dengan bahagia, mengurus rumah dengan baik dengan menjalankan kegiatan domestik yang disukai. Domestik yang berada di kuadran bisa dan tidak suka, ketika belum bisa mendelegasikannya ke orang lain atau pihak ketiga. Maka cara yang bisa dilakukan ada persingkat waktu pengerjaannya dan itulah yang saya lakukan. 

Saat saya menjadi diri sendiri, mengembangkan potensi yang ada dalam diri dengan ikut berkomunitas, berjualan baik secara online ataupun offline, juga mencari inspirasi saat berjalan-jalan.

Untuk kegiatan itu semua, setelah merenung, mempelajari, dan mencari dari berbagai sumber maka diputuskan 4 ketermapilan yang harus saya miliki segera, agar mendapat kebahagiaan yang hakiki.



1. Manajemen Waktu

Saya butuh manajemen waktu yang baik. Membagi waktu untuk beraktifitas dengan anak-anak, berkomunitas, berjualan, jalan-jalan semua harus berimbang. 
Jika jadwal yang sudah ada belum seimbang maka harus segera diperbaiki.
Untuk waktu mandi, makan, tidur dan main anak, atur ulang
Untuk posting jualan dan berkomunitas, atur ulang

2. Manajemen Emosi

Dimana hari-hari saya di penuhi tangis dan tingkah pola anak, membersamai 2 bayi dan 1 balita sekaligus saya butuh mengelola emosi agar yang keluar tetap emosi yang positif. Di dalam manajemen emosi pun, saya belajar bagaimana melatih kesabaran diri yang tiap harinya tingkat kesabaran itu harus terus meiningkat levelnya. 

3. Manajemen Finansial

Mengelola dan mengatur keuangan menjadi sangat penting, saya harus menjadi perempuan dan Ibu yang cerdas finansial. Saat aktifitas domestik lebih banyak berada di kuadran bisa dan tidak suka, kemudian keluarga belum mampu secara finansial untuk mencari pihak lain untuk mendelegasikan tugas-tugas tersebut, Maka sesuai dengan yang Ibu Septi sampaikan "harus cerdas finansial"
Selain itu, untuk merencanakan dan mengatur keuangan keluarga, membuat pos keuangan penerimaan dan pengeluaran agar tidak besar pasak daripada tiang. Juga menyimpan, membagi sesuai haknya. karena setiap rezeki yang kita miliki terdapat hak Allah, hak orang lain, hak untuk membahagiakan keluarga dan diri sendiri.

4. Ilmu Parenting yang terus diperbaharui

Ilmu yang berkaitan dengan pengasuhan harus terus saya perbaharui, Saat ini, anak-anak  (masih) bayi dan balita. Beberapa tahun kedepan, anak-anak akan terus tumbuh besar dan beranjak dewasa. Itu semua harus diimbangi dengan ilmu yang mumpuni agar terhindar dari kejenuhan dalam membersamai anak-anak.



4 keterampilan yang saya tuliskan ini begitu pendek, tetapi Ilmunya luar biasa panjang dan luas. Terus semangat untuk mempelajari semua keterampilan ini, Untuk Ibu dan Anak-anak yang lebih bahagia. Aamiin. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional




Senin, 16 Desember 2019

Aha.. Aku tahu apa Bahagiaku !


Melanjutkan Jurnal Suka dan Bisa untuk poin nomor 2.
Setelah bahagia dengan anak-anak. Selanjutnya apa yang membuat saya bahagia lagi ?
Saya beralih ke pekerjaan domestik di rumah.

2. Mencuci pakaian dan piring

Dari sekian banyak pekerjaan domestik yang ada, 2 pekerjaan ini yang membuat saya bahagia. Sampai suami pun berkata, saya sangat hobi mencuci. Hehe
Hanya mencuci lah yang sudah terjadwal rapih di rumah, Dalam waktu seminggu saya mencuci 3 kali di bagi per 2 hari sekali. Sebetulnya untuk pekerjaan domestik yang lain pun seperti menyapu, mengepel, memasak, membereskan rumah, membersihkan kamar mandi, setrika baju saya kerjakan, hanya saja semua domestik itu saya kerjakan alakadarnya. Domestik yang berada di kuadran Bisa, Tidak Suka saya bisa kerjakan sambil mendengarkan musik mengikuti irama musik atau mendengarkan siaran radio ikut merasakan suasana obrolan penyiar radio atau murottal yang selalu mengiringi suasana pagi.

Setelah selesal dengan domestik saatnya saya  meningkatkan kualitas diri dengan berkomunitas,

3. Berkomunitas

Saya senang berkomunitas, mengenal banyak orang baru, belajar pengalaman dari mereka dan belajar hal-hal baru di dalam komunitas. Sibuk dan meluangkan waktu di dalamnya membuat saya bahagia.

4. Jalan-jalan

Saya sangat senang jalan-jalan, sekedar menghirup udara pagi atau jalan-jalan sore, sudah mampu membuat saya bahagia. Ketika dalam 1 minggu tidak ada kegiatan yang membuat saya bisa jalan-jalan, Pikiran saya tiba-tiba buntu. Wkwkwk
Ketika saya berjalan-jalan, saya bisa menemukan inspirasi, ide. Selain itu ketika suami yang sedang bersama saya, Kami bisa saling berbagi cerita selama perjalanan.

5. Berjualan

Suami suka berkebun dan bercocok tanam dan saya penikmatnya. Berkebun untuk saya berada di kuadran Tidak Bisa, Suka. Saya suka tanaman bunga, buah-buahan, sayuran semua keindahannya saya suka namun untuk merawat tiap tanaman itu sendiri saya belum bisa di sana. Maka dari itu, Usaha tanaman yang saya dirikan bersama suami, saya hanya fokus bagian penjualan dan pemasarannya saja dan saya bahagia di situ. Bertemu dengan pembeli yang beraneka ragam karakternya. Selebihnya urusan tanam-menanam itu saya serahkan kepada suami. Saya sedikit membantu untuk menyiram tanaman di pagi hari, hehe

Alhamdulillah, 5 poin kuadran Bisa dan Suka saya cukupkan. Jika terlalu banyak akan menjadi boomerang untuk saya sendiri karena tidak bisa fokus.


akhirnya, bisa dipastikan 5 hal apa yang membuat saya bahagia. Fokus dengan kebahagiaan ini, semoga bisa menjadi pijakan awal, kemana kebahagiaan ini akan melangkah menunggu perannya.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Apa Bahagiaku ?


Entah harus memulai menuliskannnya darimana, akhir-akhir ini saya merasa tidak bisa berpikir jernih. Materi pertama di Kelas Bunda Cekatan ini membawa saya merenung sangat lama. Mungkin bagi sebagian orang ini terlalu 'lebay' tetapi begitulah yang sedang saya rasakan.

"Apa hari-hari saya bahagia?"
"Apakah yang saya lakukan di keseharian membuat saya betul-betul berbinar ?"

Saya sedang merasa berada di Fase "lelah". Setiap hari energi saya seperti terkuras habis. Ternyata tidak mudah memiliki 2 bayi sekaligus "Sang Bayi Kembar" dan 1 anak balita di rumah, saya merasa dunia saya berputar hanya di titik itu saja. Hufh

Untuk menuliskan ini pun saya harus merenung persekian hari. Materi pertama yang disampaikan Ibu Septi dalam video, saya harus melihatnya dalam beberapa kali jeda. Di tengah malam saat anak-anak sudah tertidur pulas, saya baru bisa melihat video dengan utuh merasakan semua sensasi ketika fokus menyimak apa yang Ibu sampaikan. 

Merawat, mengurus dan membersamai bayi kembar dan balita. Berada di kuadran manakah mereka? Apa berada di kuadran bisa, tidak suka. Saya bisa dan senang mengasuhnya tetapi saya tidak suka lelahnya. Atau berada di kuadran tidak bisa, suka. Saya tidak bisa mengurusnya dengan baik namun saya sangat suka, mencintai dan menyayanginya sepenuh hati saya.

Namun ketika melihat manusia-manusia kecil itu terlelap tidur di samping kasur saya. Disini saya merenung, menikmati semua rasa bercampur aduk di hati. Di video Ibu berbicara,  Anak adalah amanah yang kita ambil secara sadar maka mengasuhnya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Saya beristighfar memohon ampun dengan semua pikiran saya dan tiap keluhannya. Betapa tidak bersyukurnya saya dengan amanah yang Allah beri ketika yang lain sangat menginginkannya dan Allah memberinya kepada saya dengan cuma-cuma tanpa mengikuti program apapun. Kemudian saya putuskan untuk membuat daftar bahagia dan tidak bahagianya saya bersama kembar dan Ara terlebih dahulu.

  • *  Saat mereka mandi pagi, mereka main air, kelabakan ketika wajahnya kecipratan air, duduk santai di bak bayi sambil saya sabunkan. Saya terus tertawa melihat tingkahnya, saya Bahagia.
  •     Saat mereka makan, ketika saya suapi kabur atau terus-terusan di semburkan keluar  makanannya. Melihat wajahnya yang lucu saya tertawa bahagia.
  •    Saat mereka pup, saat 1 bayi pup, tunggu saja beberapa saat kemudian bayi yang 1 lagi akan pup juga. Ini pun membuat saya bahagia.
  •    Saat bermain, Saat saya menjadi kuda-kudaan kemudian Ara dan kembar duduk di kaki saya sambil berpegangan, kaki saya goyang layaknya kuda yang sedang berjalan. Ini pun membuat Kami tertawa bersama dan bahagia.
  •    Saat mereka nangis bersama dan kerepotan luar biasa. Disini sangat seru seperti paduan suara.
  •      Saat mereka cepat-cepatan untuk di gendong saya. Ini pun sangat seru.
Dan banyak lagi aktifitas lainnya. Ternyata setelah di daftar dan melihat dari sisi yang lain begitu banyak kebahagiaan saya setiap hari bersama kembar dan Ara. Saat orang-orang pun takjub ketika tahu saya mengurus anak-anak ini seorang diri tanpa bantuan ART ataupun Baby sitter. Mengapa diri ini yang tidak mempercayai kemampuan itu, bahwa saya sangat menyukai dan bahagia bersama 3 anak cilik ini. Merekalah kuadran teratas yang saya miliki seharusnya saya dengan bangga menaruh mereka di urutan pertama, kuadran yang sangat saya sukai dan saya bahagia.

  1.       Mengurus dan Membersamai Anak-anak
Saya bahagia bersama 3 anak cilik ini di rumah. Mereka mengajarkan saya banyak hal, karena merekalah saya bisa mengatur waktu lebih baik. Disiplin waktu mandi, makan,tidur dan main, membuat saya harus mendisiplinkan juga aktifitas-aktifitas saya yang lain. Faktor kelelahanlah salah satu sebab yang membuat saya tidak sadar akan kebahagiaan saya. Saya harus mencari solusi untuk ini, ketika kondisi mulai lelah ada baiknya saya harus melipir dahulu, mengalihkan ke aktifitas lain yang mebuat saya bahagia lagi.

Ketika saya melihat dari sudut pandang yang lain, banyak ilmu yang saya peroleh seperti, Bagaimana saya merawat, mengurus dan membersamai bayi kembar dan balita tanpa ART di rumah. Tips dan trik mengelola waktu mandi, makan, tidur, dan main bayi kembar yang harus teratur juga menguatkan bonding antara kakaknya dan bayi kembar. Dimana sang kakak yang belum genap  4 tahun sudah bisa menjaga adik-adiknya dan menumbuhkan rasa cinta kakak beradik. Semoga saya terus bahagia dan makin bahagia bersama mereka di tiap harinya. Aamiin Yaa Allah.



Alhamdulillah kuadran bisa dan suka teratas terselesaikan. Mari Lanjut ke. Nomor 2 sampai 5 aktifitas yang membuat saya bahagia. Bersambung..

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
2.       

Cerita Ramadan Eps 3

Sahur Pertama dan Buka Bersama Dirumah Nenek Abah  Ketika melihat judulnya apa yang terlintas dipikiran? Hehe.. Seperti judul-ju...