Rabu, 01 April 2020

Diary 30 hari, episode 6

Sudah terlewat 2 hari untuk T30 berasa semua sudah memenuhi isi kepala hanya belum sempat untuk dituliskan. 

Senin malam, saya menemukan banyak hikmah dari orang terdekat saya. Makasih ya Pak Suami.. karena 1 hal pikiran saya jadi lebih terbuka. 

Pekan ini, memasuki pekan kedua puasa kelas kepompong dimulai dan saya melanjutkan puasa saya di pekan lalu yaitu untuk menambah jam terbang memasak. 
Hari senin, saya begitu bersemangat memasak. Rencana masak pagi dan sore hari tercapai, hanya saja Pak Suami dan Ara masih membeli makanan diluar. Ini cukup membuat saya kecewa, Seperti mematikan semangat saya yang sedang belajar memasak untuk keluarga. 

Kemudian saya sampaikan rasa kecewa itu ke Pak Suami. Beliau pun mengungkapkan semua rasa yang tidak pernah disampaikan ke saya, bagaimana ketika saya minta di belikan sesuatu tetapi hanya sedikit dimakan, atau saya yang tidur lebih dahulu padahal Paksu ingin makan bersama atau makanan yang sudah di beli tidak saya makan dan banyak ungkapan lainnya.
Hiks.. makjleb betapa saya sangat bersalah. 
Rasa kecewa yang saya alami hanya secuil saja dari apa yang Paksu rasakan.

Bebenah lagi, banyak intropeksi diri. 
Mungkin banyak hal lain yang tidak diungkapkan hanya untuk menjaga perasaan saya. Maafkan istrimu ini ya Pak.. 

Selalu ada hikmah ketika sesuatu terjadi. 
Semoga makin banyak hikmah yang diperoleh di hari-hari kedepan. 

Review hari ini :
Diary harian sudah berjalan 7 hari. Alhamdulillah kebiasaan baik mulai rutin dilakukan, yang masih dibutuhkan kreatifitas untuk membersamai triple Arzazu di rumah. 
Saya sematkan badge Satisfactory untuk hari ini karena masih ada marah ke Paksu dan Ara. 
#hari7
#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional



Tidak ada komentar:

Posting Komentar