Rabu, 01 April 2020

Diary 30 hari, Episode 7


Wow.. jam 02.30 pagi.
Hampir pagi dan saya masih bergelut dengan draft T30. Hehe. Semoga rampung dan bisa mengejar hari yang tertinggal. 

Ketika mulai menuliskan kegiatan harian dalam T30 ini, hari-hari saya jadi lebih menakjubkan. Sebetulnya, di tinggal berpergian dan hanya berempat dengan para bocah piyik di rumah itu sesuatu yang biasa. 
Setiap Paksu kerja pun saya hanya berempat di rumah, tetapi hari ini sangat beda. 

Pagi hari, Ara yang sudah minta makan dan saya yang sudah bertekad untuk terus memasak. Kemudian kembar yang sudah terbangun sebelum saya selesai domestik.. wooow.. Amazing.

Anehnya saya tidak tergoda untuk membeli lauk yang sudah matang saja, ini prestasi sekali. Hihi. Saya pun masak dengan 3 balita ini, masak yang tidak seberapa tetapi perabotan didapur jadi harus turun semua karena dibuat main. Ya.. senyumin saja. 
Beres masak, sarapan kemudian mandi. 

Kembar saya mandikan bersamaan. ini pertama kali saya lakukan secara sadar dan sukarela. Biasanya, saya selalu kesulitan kalau harus memegang dan memandikan 2 sekaligus tetapi ini cukup menghemat waktu. Prestasi lagi buat saya.
Apa bisa saya coba lagi dihari berikutnya? Yes, kita coba tantangan baru ini. 

Review hari ini :
Selain hal-hal yang saya tuliskan diatas, akhirnya hari ini saya berhasil menyeselesaikan bantai dengan isian baju yang sudah tidak layak pakai. *mohon dimaklumi jahitan tangan nya yang amburadul.. hihi

Paksu yang membantu membereskan teras depan yang penuh dengan barang-barang sisa banjir. Juga tentunya memasak, masakan yang bagi orang lain pasti sangat mudah tetapi tidak berlaku untuk saya. Hehe

Saya (masih) menyematkan badge Satisfactory karena sore harinya masih ada marah, ketika Adek dan Ara diajak main k rumah tetangga.

#hari8
#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar